Jakarta – Biddokkes Polda Metro Jaya mulai melaksanakan Pemeriksaan Kesehatan Tahap I bagi peserta seleksi Taruna/Taruni Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2026 pada 7 hingga 11 April 2026. Tahapan ini menjadi pintu awal untuk memastikan setiap peserta memiliki kondisi kesehatan yang memenuhi syarat sebelum melanjutkan ke tahapan berikutnya.
Pelaksanaan rikkes tahap I tersebut menjadi bagian dari komitmen Polda Metro Jaya dalam menyelenggarakan proses rekrutmen dengan prinsip BETAH yaitu, bersih, transparan, akuntabel, dan humanis. Seluruh peserta mengikuti tahapan seleksi secara tertib di bawah pengawasan panitia dan tim pemeriksa, sehingga proses berjalan objektif sesuai ketentuan yang berlaku.
Karo SDM Polda Metro Jaya Kombes Pol. Muh. Dwita Kumu Wardana menjelaskan penerimaan Taruna/Taruni Akpol 2026 hanya melalui satu jalur, yakni jalur reguler, tanpa kuota khusus maupun titipan. Seluruh peserta, kata dia, memiliki kesempatan yang sama untuk bersaing secara sehat berdasarkan kemampuan dan hasil seleksi yang objektif.
“Penerimaan Taruna/Taruni Akpol hanya melalui jalur reguler. Tidak ada kuota khusus, tidak ada titipan, dan tidak ada ruang bagi pihak mana pun yang mencoba memanfaatkan proses seleksi ini untuk kepentingan pribadi. Kelulusan peserta murni ditentukan oleh hasil seleksi yang objektif,” dalam keterangannya, Selasa (7/4/2026).
Lanjut, ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya apabila ada pihak yang menawarkan jasa kelulusan atau meminta biaya dengan iming-iming dapat membantu peserta lolos seleksi. Jika menemukan praktik semacam itu, masyarakat diminta segera melaporkan melalui Call Center 110, Dumas Presisi, atau kanal pengaduan Propam.
Karena itu, para calon peserta diminta fokus mempersiapkan diri secara maksimal, baik fisik, mental, maupun akademik. Sebab, hasil akhir seleksi ditentukan oleh kemampuan peserta dan proses penilaian yang dilaksanakan secara objektif.

